3 Cara Redam Rasa Kecewa Pada Atasan dan Perusahaan

Proyek yang tertunda. Konsep dan rencana kerja yang tidak terlaksana. Gaji yang tak kunjung naik. Janji tinggal janji. Yah… benar, banyak hal yang bisa menyebabkan rasa kecewa karyawan terhadap atasan dan perusahaan. Namun, jangan biarkan perasaan itu bergumul dalam hati Anda dan memengaruhi kinerja serta semangat Anda. Bagaimana caranya?

Stop mengeluh dan lakukan evaluasi
Salah satu hal terbaik adalah berhenti menyalahkan diri sendiri dan orang lain. Tanyakan pada diri sendiri mengapa Anda terjebak dalam situasi yang kurang menyenangkan ini, lalu tuliskan satu per satu dalam secarik kertas, baca, dan analisa. Jika seluruh daftar yang Anda tuliskan itu justru membuat Anda kian frustrasi, maka tenangkan diri dan lihat sisi positifnya.

Salah satu contoh, jika konsep dan proyek impian tak kunjung dilirik atau direalisasikan oleh atasan, maka saatnya Anda memanfaatkan apa yang ada dengan cara terbaik. Percayalah, segala hal yang Anda lakukan dengan lapang dada dan mengandung niat baik, Anda akan mendulang hasilnya di waktu mendatang. Intinya, jangan mengkhawatirkan hal-hal yang tidak perlu dan merugikan hidup Anda.

Gali sisi positif
Mencari atau mengeksplorasi hal positif di antara segala keburukan dapat mengubah sudut pandang dan cara berpikir Anda. Perubahan sikap yang demikian bisa meningkatkan mood dan memperbaiki semangat kerja. Jadi, bila atasan tak juga menggubris ide kreatif Anda, coba terapkan hal tersebut pada proyek pribadi. Setidaknya, ide dan pemikiran Anda tidak berakhir sia-sia.

Ingat kekecewaan di masa lalu
Sebelum kecewa di waktu sekarang, tentunya Anda pernah merasakan hal yang sama di waktu lalu. Nah, coba ingat-ingat kembali apa yang terjadi saat itu?

Mungkin masalah tidak berlalu dengan mudah, tapi sekarang hal tersebut tak lagi mengganggu Anda di saat sekarang. Intinya, masalah akan selalu datang silih berganti, tapi rasa frustrasi dan kesal tidak akan menyelesaikannya. Sebaiknya, rancang rencana untuk menyelesaikan masalah, bertindak dan berusahalah. Jangan berdiam diri dan membiarkan persoalan mengendap dalam sukma sehingga akhirnya membuat Anda jadi depresi.

kasih komen nya doooonk.. (:

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: