Kiat-Kiat Menghadapi Rekan Kerja yang Menjengkelkan

Memiliki teman kerja dengan sikap yang menyebalkan di kantor? Jangan dibiarkan. Pasalnya,  jika karyawan tersebut terus bersikap menyebalkan, produktivitas Anda dan rekan kerja lain dapat terganggu. Seperti dikutip dari Forbes, Kamis (1o/4/2014), seorang konsultan karir ternama asal Amerika Serikat (AS) Lisa Quast mengatakan, banyak pegawai yang tidak tahu cara menghargai rekan kerja lain di kantor. Beberapa sikap menyebalkan yang sering terjadi diantaranya tetap ke kantor saat sakit, mengakses telepon seluler saat rapat, atau berbicara dengan nada tinggi pada rekan kerja lain, berbicara menyindir, bossy, dan masih banyak lagi. Demi memperbaiki lingkungan kerja di kantor, jangan takut untuk mendekati rekan kerja yang bersikap buruk di kantor dan berbicara padanya. Itu karena banyak orang yang tidak menyadari sikapnya telah menganggu kenyamanan kerja orang lain. Dengan begitu, Anda dapat menyadarkan dirinya untuk berubah dan menjaga lingkungan kerja tetap menyenangkan. drsj13 Berikut beberapa kiat-kiat untuk menghadapi rekan kerja yang menjengkelkan di kantor:
1. Jangan membalas sikap rekan kerja yang buruk di kantor. Membalas perlakuannya dengan hal yang sama atau malah lebih negatif hanya akan memperburuk kondisi hubungan Anda dan dia. Tidak hanya itu, menunjukkan sikap pembalasan akan membuat seluruh kantor mengetahui masalah Anda. Hal itu dapat merusak karir dan reputasi Anda.

2. Cobalah untuk tetap fokus pada diri Anda sendiri. Meskipun Anda sangat kesal jangan tunjukkan raut wajah marah dan kesal. Jangan pedulikan sikapnya, anggap saja ia tidak ada di sekitar Anda.

3. Tetap tenang dan jangan emosi atau marah. Pahami bahwa setiap orang termasuk Anda pasti pernah menghadapi hari yang buruk. Kadang, komentar yang simpatis dapat menjadi cara terbaik menghadapi rekan kerja yang menyebalkan. Tindakan itu dapat membantunya bersikap lebih baik. 4. Mungkin dia akan berusaha menyindiri atau mengambil alih pembicaraan. Bersikaplah sewajarnya dan tenangkan diri Anda, jika Anda bisa menguasi situasi, ambil perhatian rekan lain dengan berdiskusi dan tanggapan yan lebih cerdas. Ingat, Anda tak perlu menunjukkan kemarahan di depan rekan kerja lainnya. 5. Temui orang tersebut secara empat mata. Jelaskan bagaimana sikap buruknya mempengaruhi cara kerja Anda. 6. Pastikan Anda memahami etika berbisnis dan bekerja di perusahaan. Ikuti prosedur tersebut tanpa harus merasa terganggu.

7. Kesal dan marah dengan sikap rekan kerja wajar saja, tapi jangan sampai masalah tersebut Anda sebarkan kepada rekan lain. Ini hanya akan menguras energi dan malah menyebabkan Anda bekerja tidak efisien. 8. Jika sikap buruk rekan kerja terus memburuk setelah Anda bicara dengannya, lebih baik hubungi manajer atau bagian personalia untuk membantu menyelesaikannya.

kasih komen nya doooonk.. (:

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: